KATA BIJAK HARI INI

10 February 2009

Hipertensi

1. DEFENISI
Hipertensi adalah tekanan darah sistolik yang sama atau melebihi 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik yang sama atau melebihi 90 mmHg pada seseorang yang tidak sedang menggunakan obat anti hipertensi.1,2
2. EPIDEMIOLOGI
Di Indonesia, belum ada data nasional lengkap untuk prevalensi hipertensi. Hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 1972, 1986, dan 1992 menunjukkan peningkatan prevalensi penyakit kardiovaskuler yang menyolok sebagai penyebab kematian dan sejak tahun 1993 diduga sebagai penyebab kematian nomor satu. Penyakit tersebut timbul karena berbagai faktor risiko seperti kebiasaan merokok, hipertensi, disiplidemia, diabetes melitus, obesitas, usia lanjut dan riwayat keluarga. Dari faktor risiko diatas yang sangat erat kaitannya dengan gizi adalah hipertensi, obesitas, displidemia, dan diabetes mellitus.17 Dari Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 1995, prevalensi hipertensi di Indonesia adalah 8.3%. Survei faktor risiko penyakit kardiovaskular (PKV) oleh proyek WHO di Jakarta, menunjukkan angka prevalensi hipertensi dengan tekanan darah 160/90 masing-masing pada pria adalah 13,6% (1988), 16,5% (1993), dan 12,1% (2000). Pada wanita, angka prevalensi mencapai 16% (1988), 17% (1993), dan 12,2% (2000).

Secara umum, prevalensi hipertensi pada usia lebih dari 50 tahun berkisar antara 15%-20%. Survei di pedesaan Bali (2004) menemukan prevalensi pria sebesar 46,2% dan 53,9% pada wanita.Banyaknya penderita hipertensi di Indonesia diperkirakan 15 juta orang tetapi hanya 4% yang merupakan hipertensi terkontrol. Prevalensi 6-15% pada orang dewasa, 50% diantaranya tidak menyadari sebagai penderita hipertensi sehingga mereka cenderung untuk menjadi hipertensi berat karena tidak menghindari dan tidak mengetahui faktor risikonya, dan 90% merupakan hipertensi esensial.17 Prevalensi di Vietnam pada tahun 2004 mencapai 34,5%, Thailand (1989) 17%, Malaysia (1996) 29,9%, Philippina (1993) 22%, dan Singapura (2004) 24,9%. Di Amerika, prevalensi tahun 2005 adalah 21,7%. 3,4
2. KLASIFIKASI
Hipertensi dapat dibedakan atas hipertensi diastol, hipertensi sistol, dan hipertensi campuran (sistol dan diastol). Hipertensi diastol biasanya ditemukan pada anak-anak dan dewasa muda, sedangkan hipertensi sistol sering pada orang tua dan dapat pula menyertai koarktasio aorta atau sirkulasi ang dinamik pada orang muda.5
Hipertensi dapat dibagi 2 menurut penyebabnya yaitu :1,2,5
1. Hipertensi (primer) esensial, penyebabnya tidak diketahui (idiopatik), mencakup 90% dari semua kasus hipertensi yang ada.
2. Hipertensi sekunder, penyebabnya dapat diidentifikasi dan didapatkan 10% dari semua kasus hipertensi yang ada.
Penyebab dari hipertensi sekunder diantaranya sebagai berikut :
• Penyakit ginjal : stenosis arteri renali akibat displasia fibromuskuler, glomerulonefritis kronis, ginjal polikistik
• Penyakit endokrin : sindrom Coon, sindrom Cushing, akromegfali, diabetes mellitus (DM) dan feokromositoma.
• Koarktasio aorta
• Kehamilan
• Kelainan saraf
• Akibat obat

Klasifikasi hipertensi menurut JNC (Joint National Comitee) VII, pada orang dewasa umur 18 tahun yaitu : 1,2
Normal (TD Sistolik <120 mmHg dan TD Diastolik <80 mmHg
Prehipertensi (TD Sistolik 120-139 mmHg dan TD Diastolik 80-89 mmHg
Hipertensi Derajat 1 (TD Sistolik 140-159 mmHg dan TD Diastolik 90-99 mmHg
Hipertensi Derajat 2 (TD Sistolik ≥ 160 mmHg dan TD Diastolik ≥100 mmHg

3. GEJALA KLINIK
Penderita hipertensi mungkin tidak menunjukkan gejala secara bertahun-tahun, pasien baru mengetahui dirinya terkena hipertensi setelah dilakukan pengukuran tekanan darah. Bila terdapat gejala biasanya sifat gejalanya tidak spesifik, misalnya sakit kepala atau pusing. Gejala lain yang biasa didapatkan adalah palpitasi, cepat marah, dan susah tidur.1,6
4. DIAGNOSA1,2
 Klasifikasi berdasarkan hasil rata-rata pengukuran tekanan darah yang dilakukan minimal 2 kali tiap kunjungan pada 2 kali kunjungan atau lebih.
 Pengukuran pertama harus pada kedua sisi lengan untuk menghindari kelainan pembuluh darah perifer.
 Pengukuran tekanan darah pada waktu berdiri didindikasikan pada pasien dengan risiko hipotensi posturnal (lanjut usia, pasien DM, dll).
 Faktor risiko kardiovaskular :
 Hipertensi
 Merokok
 Obesitas ( IMT>30 )
 Inaktivitas fisik
 Dislipidemia
 Diabetes Melitus
 Mikroalbuminuria atau LFG < 60 ml/menit
 Usia (laki-laki >55 tahun, perempuan >65 tahun)
 Riwayat keluarga dengan penyakit kardiovaskular dini (laki-laki <55 tahun atau perempuan <65 tahun).
 Kerusakan organ sasaran
 Jantung : hipertrofi ventrikel kiri, angina atau riwayat IMA, riwayat revaskularisasi koroner, gagal jantung.
 Otak : stroke atau TIA
 Penyakit ginjal kronik
 Penyakit arteri perifer
 Retinopati
 Pada pemeriksaan penunjang dapat dilakukan urinalisis, tes fungsi ginjal, gula drah, elektrolit, profil lipid, foto thoraks, EKG, dan pemeriksaan lainnya yang disesuiakan dengan penyakit penyerta.
5. PENATALAKSANAAN
Faktor gaya hidup dan rekomendasi pengobatan adalah topik di dalam pedoman penanganan hipertensi resisten yang dikeluarkan oleh American Heart Association (AHA) April 2008. Regimen dosis ganda, waktu pemberian dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan juga ditampilkan dalam pedoman yang dipublikasikan secara online pada jurnal Hypertension.6
a. Tujuan Pengobatan57,8
Tujuan pengobatan hipertensi adalah untuk mencegah terjadinya morbiditas dan mortalitas akibat tekanan darah tinggi. Pada umumnya sasaran tekanan darah pada penderita muda adalah < 140/90 mmHg (sampai 130/85 mmHg), sedangkan pada penderita usia lanjut sampai umur 80 tahun < 160/90 mmHg (sampai 145 mmHg sistolik bila dapat ditoleransi).


b. Manfaat Terapi Hipertensi7,8
Menurunkan tekanan darah dengan antihipertensi telah terbukti menurunkan morbiditas dan mortalitas kardiovaskular, yaitu stroke, iskemia jantung, gagal jantung kongestif, dan memberatnya hipertensi.
c. Modifikasi Pola Hidup1,2,7,8
 Menurunkan berat badan bila gemuk
 Latihan fisik (aerobik) secara teratur
 Mengurangi makan garam menjadi < 2,3 gr Natrium atau < 6 gr NaCl sehari.
 Makan K, Ca dan Mg yang cukup dari diet
 Membatasi minum alkohol (maksimal 20-30 ml etanol sehari)
 Berhenti merokok serta mengurangi makan kolesterol dan lemak jenuh untuk kesehatan kardiovaskular secara keseluruhan.
d. Terapi Farmakologik1,2,5,7,8
Beberapa golongan antihipertensi adalah sebagai berikut :
ii. Diuretik. Diuretik meningkatkan ekskresi natrium, klorida, dan air, sehingga mengurangi volume plasma dan cairan ekstrasel. Dengan demikian tekanan darah akan turun akibat berkurangnya curah jantung. Contohnya adalah tiazid (hidroklorotiazid), diuretik kuat (furosemid), diuretik hemat kalium (spironolakton)
iii. Penghambat adrenergik. Terdiri dari 2 jenis, yaitu ß-Blocker dan α-Blocker. ß-blocker menyebabkan pengurangan denyut jantung dan kontraktilitas miokard sehingga menyebabkan curah jantung berkurang, sedangkan α-Blocker menghambat reseptor α1 di pembuluh darah terhadap efek vasokonstriksi norepinefrin dan epinefrin sehingga terjadi dilatasi arteriol dan vena sehingga menurunkan resistensi perifer dengan demikian menurunkan tekanan darah. Contoh ß-blocker adalah kardioselektif (asebutolol, bisoprolol), nonselektif (propanolol, timolol). Contoh α-blocker adalah doxazosin, prazosin. Yang mengandung ß-Blocker dan α-Blocker adalah labetalol.
iv. Vasodilator. Secara umum vasodilator merelaksasi secara langsung otot polos arteriol. Contohnya adalah hidralazin, minoksidil. Antihipertensi kerja sentral (misalnya klonidin, metildopa, monodiksin bekerja pada adrenoreseptor alpha-2 atau reseptor lain pada batang otak, menurunkan aliran simpatetik ke jantung, pembuluh darah dan ginjal, sehingga efek akhirnya menurunkan tekanan darah.
v. Penghambat Enzim Konversi Angiotensin. Penghambat ACE mengurangi pembentukan angiotensin II sehingga terjadi vasodilatasi dan penurunan sekresi aldosteron yang menyebabkan terjadinya ekskresi natrium dan air, serta retensi kalium. Akibatnya terjadi penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi esensial maupun hipertensi renovaskular. Contohnya adalah kaptopril, enalapril, lisinopril.
Dalam jurnal terkenal Diabetes Care dilaporkan bahwa obat antihipertensi golongan penghambat ACE (Angiotensin Converting Enzyme) dapat mengurangi LVH (Left Ventricular Hypertrophy) pada pasien dengan diabetes tipe 2. Seorang peneliti bernama Piero Ruggenenti dari Mario Negri Institute for Pharmacological Research, Bergamo, Italia mengatakan pada Reuters Health bahwa semua orang dengan diabetes tipe 2 dengan hipertensi perlu diberikan obat antihipertensi penghambat ACE sebagai terapi awal, dan penurunan tekanan darah perlu dilakukan hingga tekanan darah mencapai di bawah 130/80 mmHg.9
vi. Antagonis Kalsium. Pada otot jantung dan otot polos vaskuler, ion Ca2+ terutama berperan dalam peristiwa kontraksi, apabila hal ini dihambat maka dapat mengurangi tekanan darah. Contohnya adalah verapamil, diltiazem, nifedipin.
Update dari NICE mengenai penatalaksanaan hipertensi dapat dilihat seperti di bawah ini. Perubahan utama pada pedoman NICE adalah beta blocker tidak lagi direkomendasikan sebagai terapi lini pertama pada semua pasien. Beta blocker kurang efektif mengurangi kejadian kardiovaskular mayor, terutama stroke, dibanding antihipertensi lainnya. Beta blocker juga kurang efektif dibanding ACEi atau CCB dihidropiridin untuk mengurangi resiko diabetes, terutama pada pasien yang mendapat terapi diuretik tiazid. Jika pasien yang menggunakan beta blocker memerlukan antihipertensi lain, maka pilihan yang lebih dianjurkan diberikan adalah ACEi atau CCB, daripada tiazid.10
Pedoman terbaru dari NICE untuk penanganan hipertensi adalah sebagai berikut10:
Langkah 1 Untuk pasien hipertensi usia > 55 tahun atau pasien berkulit hitam semua usia, pilihan pertama terapi adalah CCB atau diuretik tiazid. Untuk pasien < 55 tahun, pilihan pertama terapi adalah ACEi (atau AIIRA jika tidak tahan terhadap ACEi)
Langkah 2 Jika diperlukan obat tambahan, pilihannya adalah penambahan ACEi untuk CCB atau diuretik (dan sebaliknya).
Langkah 3 Jika diperlukan kombinasi tiga obat maka kombinasi yang dianjurkan adalah ACEi (atau AIIRA) CCB dan diuretik tiazid.
Langkah 4 Jika diperlukan obat keempat maka dosis diuretik tiazid dinaikkan, atau alternatif lain adalah diuretik lain, beta blocker atau alpha blocker. Semua obat tersebut harus dititrasi dosisnya seperti yang dianjurkan pada BNF.


6. KOMPLIKASI
Penyebab hipertensi bisa karena penyakit tertentu, tetapi hipertensi juga dapat menimbulkan terjadinya penyakit lain, seperti : 1,2
 Retinopati hipertensif
 Penyakit jantung dan pembuluh darah
 Penyakit hipertensi serebrovaskuler
 Ensefalopati hipertensi
 Nefrosklerosis karena hiupertensi

DAFTAR PUSTAKA

1. Mirzanie A, Agung W, Leksana, Dina K, Dewiyani I. Buku Saku Internoid. 2005.p:IV.1
2. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Panduan Pelayanan Mediki. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2006. p : 168-169
3. Harrison’s Principles of Medicine 15th Edition [CD-ROM]. New York: McGraw-Hill; 2002.
4. Suleman A., Siddiqui N.H., Haemodynamic And Cardiovascular Effects of Caffeine. Priory.Com website. [cited: Juli 28, 2008]. Available at:
http://www.priory.com/pharmol/caffeine.htm
5. Ismudiati L, Fail B, Santoso K, Poppy S. Buku Ajar Kardiologi.Jakarta : FK- Universitas Indonesia. 2003.p : 197-205
6. NFA. Pedoman Baru Penanganan Hipertensi Resisten. [on line] 2008. [cited 2008 sept 17]. Available from: http://www.kalbe.co.id.
7. Neal, J Michael. At a Glance Farmakologi Medis. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2002. p : 36-37.
8. Ganiswarna, Sulistia G. Farmakologi dan Terapi. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2003. p : 315-342.
9. YYA. Penghambat ACE Menurunkan LVH pada Pasien Hipertensi dengan DM 2. [on line] 2008. [cited 2008 sept 17]. Available from: http://www.kalbe.co.id.
10. Gomer, B. Farmakologi Hipertensi. [on line] 2008 [cited 2008 Sept 17]. Available from : http://lyrawati.files.wordpress.com/2008/07/hypertensionhosppharm3.pdf











3 comments:

Agung said...

Artikel yang bagus. Thanks

Anonymous said...

I want not acquiesce in on it. I assume polite post. Specially the title-deed attracted me to be familiar with the sound story.

PUNDARIKA DEWI LIGHT CHEMICAL said...

minta daftar pustakannya donk..^^

tolong yach ...